Jakarta 15 September 2026, Mengenal Perjalanan CAR-T dan Persiapan PBMC dalam Workshop Imunoterapi Advisains & Miltenyi Biotec dalam gelaran ACTO-ASPI Annual Meeting 2026.
Imunoterapi telah membuka pendekatan baru dalam pengobatan kanker dengan memanfaatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan melawan sel kanker. Salah satu teknologi yang menjadi perhatian dalam perkembangan ini adalah terapi sel CAR-T (Chimeric Antigen Receptor T-cell), yang memungkinkan sel T dimodifikasi agar dapat mengenali target tertentu pada sel kanker.
Untuk memperdalam pemahaman mengenai pendekatan tersebut, Advisains bersama Miltenyi Biotec menghadirkan workshop bertajuk “A Brief to Immunotherapy: Preparing the PBMC.” Materi disampaikan oleh Dimas Ramadhian, Advisor in Cell & Gene Therapy Technologies dari Advisains, dengan pembahasan yang mencakup dasar-dasar imunoterapi, perkembangan terapi CAR-T, persiapan sel, serta tantangan dalam proses manufaktur terapi berbasis sel.
Memahami Imunoterapi dan Peran Sistem Imun
Workshop diawali dengan pengenalan konsep dasar imunoterapi, yaitu pendekatan pengobatan yang memanfaatkan atau meningkatkan kemampuan sistem imun untuk melawan penyakit, termasuk kanker. Peserta diperkenalkan pada berbagai pendekatan imunoterapi, seperti immune checkpoint inhibitors, terapi sitokin, vaksin kanker, viro-imunoterapi, dan adoptive cell transfer yang mencakup CAR-T.
Pembahasan juga mencakup peran berbagai jenis sel imun dalam pengembangan terapi, termasuk B cells, dendritic cells, T cells, dan Natural Killer (NK) cells. Masing-masing memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda, sehingga dapat dimanfaatkan dalam pendekatan terapi yang beragam.
Sel T menjadi salah satu fokus utama karena perannya dalam terapi CAR-T, TCR-T, Treg, dan TIL. Sementara itu, sel NK menarik perhatian karena mampu membunuh sel target melalui mekanisme pengenalan yang berbeda dari sel T, sehingga turut dikembangkan sebagai salah satu pendekatan dalam terapi sel.
Perkembangan CAR-T: Dari Penelitian hingga Aplikasi Klinis
Untuk menggambarkan perkembangan terapi CAR-T, materi workshop mengangkat kisah Emily Whitehead, pasien anak yang menerima terapi CAR-T pada 2012 untuk mengatasi leukemia limfoblastik akut yang mengekspresikan CD19. Perjalanannya menjadi salah satu kisah penting dalam perkembangan terapi sel dan memberikan gambaran tentang potensi pendekatan ini bagi pasien dengan kanker tertentu.
Peserta juga diperkenalkan pada sejumlah produk terapi CAR-T yang telah memperoleh persetujuan untuk penggunaan klinis, antara lain Kymriah, Yescarta, Tecartus, Breyanzi, Abecma, dan Carvykti. Perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana riset dan rekayasa sel telah menghasilkan pilihan terapi untuk indikasi tertentu, meskipun penerapannya tetap bergantung pada jenis penyakit, kondisi pasien, dan kriteria klinis yang berlaku.
Mengenal Proses Produksi CAR-T dan Pentingnya Persiapan PBMC
Setelah membahas dasar ilmiah dan perkembangan klinisnya, workshop beralih ke proses pembuatan terapi CAR-T. Peserta diperkenalkan pada tahapan umum manufaktur yang dapat mencakup pengambilan sampel, pencucian, seleksi sel, aktivasi, modifikasi genetik melalui transduksi atau transfeksi, ekspansi, hingga pemanenan dan pengisian produk akhir.
Salah satu komponen penting dalam proses tersebut adalah PBMC (Peripheral Blood Mononuclear Cells), yaitu kelompok sel darah mononuklear yang mencakup limfosit dan monosit. Persiapan serta penanganan sampel PBMC menjadi aspek penting dalam berbagai workflow penelitian dan pengembangan terapi berbasis sel, termasuk ketika sel T akan diproses lebih lanjut.
Dimas Ramadhian juga membahas tantangan yang dapat muncul dalam manufaktur terapi sel secara manual. Banyaknya tahapan pemindahan dan penanganan sel dapat meningkatkan kompleksitas proses, memperbesar peluang terjadinya variasi hasil, serta menuntut pengendalian kontaminasi dan fasilitas yang sesuai.
Dalam konteks tersebut, sistem pemrosesan otomatis dengan pendekatan closed system menjadi salah satu solusi yang dikembangkan untuk membantu meningkatkan konsistensi proses, mengurangi kebutuhan penanganan terbuka, dan mendukung standardisasi manufaktur. Pemilihan teknologi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan proses, jenis sel, dan persyaratan produk yang dikembangkan.
Sel NK dan Peluang Pengembangan Terapi Generasi Berikutnya
Bagian selanjutnya membahas potensi terapi berbasis sel NK sebagai salah satu pendekatan dalam pengembangan imunoterapi. Berbeda dari sel T yang menjadi dasar terapi CAR-T, sel NK memiliki mekanisme pengenalan dan pembunuhan sel target yang khas. Karakteristik ini menjadikannya menarik untuk diteliti dalam berbagai strategi terapi, termasuk pendekatan alogenik dan off-the-shelf.
Workshop turut menyoroti pentingnya kondisi kultur dan kombinasi sitokin, seperti IL-2, IL-15, dan IL-21, dalam mendukung ekspansi sel NK. Konsentrasi, kombinasi, dan waktu pemberian sitokin perlu dioptimalkan sesuai dengan protokol serta tujuan penelitian.
Menghubungkan Pengetahuan Ilmiah dengan Workflow Laboratorium
Melalui workshop “A Brief to Immunotherapy: Preparing the PBMC,” peserta memperoleh gambaran mengenai hubungan antara dasar imunologi, persiapan sampel, pemrosesan sel, dan perkembangan teknologi terapi berbasis sel. Pembahasan ini memperlihatkan bahwa pengembangan terapi generasi terbaru tidak hanya bergantung pada inovasi biologis, tetapi juga pada kualitas workflow, konsistensi proses, dan pengendalian mutu.
Kolaborasi Advisains dan Miltenyi Biotec melalui kegiatan edukasi ini menjadi bagian dari upaya mendukung pertukaran pengetahuan serta memperluas pemahaman peneliti dan praktisi laboratorium mengenai teknologi cell and gene therapy.
Materi workshop disampaikan oleh Dimas Ramadhian, Advisor in Cell & Gene Therapy Technologies dari Advisains, dalam kolaborasi Advisains dan Miltenyi Biotec.Advisains dapat memfasilitasi diskusi lebih lanjut mengenai Produk Miltenyi Biotec. Sampaikan Kebutuhan Riset Anda Tim advisor spesialis kami sangat antusias mendukung keberhasilan riset dan aplikasi rutin Anda. Maka, jangan ragu untuk chat sekarang (+62 817 9154 607/info@advisains.id).
Gallery






